Muriolobo

Foto yang diambil di salah satu jembatan di desa Muriolobo, Mayong, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

UNDIP

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Perpustakaan

Perpustakaan Stienu Jepara, Jawa Tengah, Indonesia`

Undip

Gedung Prof. Soedarto - Undip, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Warung SS

Warung Serba Sambal, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Luar Negeri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

American Batik Design Competition | Ulasan Lengkap |


Di atas catwalk, model-model Amerika berlenggak-lenggok memeragakan beragam rancangan busana batik untuk berbagai kesempatan. 

Peragaan busana batik ini menjadi puncak Malam Penganugerahan PemenangThe 2nd American Batik Design Competition (Kompetisi Rancangan Batik Amerika Ke-2) di Mandarin Oriental Hotel, Washington DC, AS, 30 Oktober 2013 waktu setempat. 

"Suatu saat saya ingin melihat batik menjadi salah satu trend fashion di kancah mode dunia, seperti di New York dan pusat-pusat mode dunia lainnya," ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dr. Dino Patti Djalal, dalam sambutan pembukaan. 

Sebelumnya Dubes menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kompetisi Rancangan Batik Amerika Ke-2 yang mengangkat tema The Spirit of America in the Heritage of Batik, diharapkan dapat meningkatkan gaung kreatifitas seni batik dalam budaya Amerika. 

"Selain itu juga akan menghubungkan komunitas kreatif seni-budaya di AS dan Indonesia," demikian Dubes. 

Sementara itu Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir dan membuka secara resmi perhelatan ini juga menyampaikan penghargaan atas apresiasi yang semakin tinggi di kalangan masyarakat Amerika terhadap batik Indonesia. 

"Kompetisi Rancangan Batik Amerika ini tidak saja akan meningkatkan ragam batik dalam tataran internasional, tetapi juga menjadi wahana meningkatkan hubungan antar masyarakat madani kedua negara," pungkas Sri Sultan.
Kompetisi ini diikuti oleh peminat dari berbagai kalangan, antara lain para perancang, pebisnis, pelajar, dan pecinta seni. Para juri terdiri dari pengajar, perancang profesional dan seniman dari Indonesia dan AS. 

Keluar sebagai pemenang berturut-turut adalah Donna Backues (artis studio, illustrator dari Philladelphia dengan bertema Ring of Fire Lighting the Flame of Liberty), Anica Buckson (pelajar fashion desainer dari Brighton, Massachusetts, bertema North Native America), dan Christiane Grauert (Associate Professor dari Milwaukee Institute of Art and Design, bertema Many Faces Many Voices). 

Ketiga pemenang mendapat tiket untuk melakukan perjalanan ke kota-kota di Indonesia selama dua minggu (tur batik) dan mengikuti pameran di Indonesia dan di Amerika Serikat. Selain itu, masing-masing pemenang juga menerima hadiah uang tunai sebesar USD 7.000,00. 

Malam Penganugerahan Pemenang dihadiri oleh sekitar 500 tamu, antara lain dari kalangan anggota Kongres dan Senat AS, pejabat tinggi pemerintah, para Duta Besar ASEAN dan negara-negara sahabat serta korps diplomatik, seniman, pebisnis AS/CEO perusahaan AS, para finalis dan juri Kompetisi Rancang Batik dan undangan lainnya. 

Kompetisi ini melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan The 2nd American Batik Design Competition (Kompetisi Rancangan Batik Amerika Pertama) pada tahun 2011 oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Chicago , Houston , Los Angeles , New York dan San Francisco. 

Acara Malam Penghargaan sebelumnya diawali dengan Pameran Batik Indonesia, menampilkan koleksi kekayaan khasanah batik dari berbagai daerah, nama, corak dan filosofinya, serta tekstil Indonesia dan batik kreasi dari para finalis. Juga ada peragaan busana batik Indonesia dari perajin batik Alleira dan Perancang Tekstil terkenal Amerika berbasis di New York, Mary Jaeger. 

Turut menyemarakkan acara antara lain penampilan beragam tarian tradisional dan kontemporer Indonesia, serta musik tradisional Bali. Juga hadir secara khusus untuk menghibur tamu undangan adalah pemusik Diaspora Indonesia dari Belanda, Daniel Sahuleka yang membawakan lagu-lagu hitsnya antara lain You Make World So Colorful, Don't Sleep Away This Night.
Kompetisi Rancangan Batik Amerika ini bertujuan untuk memperkenalkan kreatifitas dan inovasi rancangan batik, sekaligus upaya untuk memperkenalkan batik kepada dunia serta mendorong budaya batik Indonesia ke ranah keragaman budaya Amerika. 

The 1st American Batik Design Competition pada tahun 2011 adalah pertama kalinya kompetisi rancangan batik diselenggarakan di luar negeri, dan sekarang telah direplikasi di negara-negara lain seperti antara lain di Italia. 

Hal ini secara efektif membantu memperkuat hubungan people to people contact antara masyarakat Amerika Serikat dan Indonesia, dan telah membawa budaya kreatif Indonesia lebih dekat dengan budaya populer Amerika. 

Apresiasi terhadap budaya Indonesia diperkuat ketika perancang Amerika belajar lebih banyak tentang batik, di lain pihak melalui kompetisi ini masyarakat Indonesia juga akan dapat meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai budaya Amerika. 

Sejak 2011, kompetisi telah menghimpun sembilan tema menakjubkan dari para perancang batik Amerika, antara lain: Cowboy Batik, Totem Batik, Divine Unity Batik, Amber Waves of Grain Batik, Beach Batik, Stars and Stripes Batik, Buffalo Batik dan QR Code Batik. 

Pada kompetisi tahun ini ada tambahan lima jenis rancangan batik Amerika dari para finalis berupa cetak biru pola batik dan telah diproses menjadi kain batik di Yogyakarta, selanjutnya dipamerkan pada acara Malam Penganugerahan Pemenang. 

Batik merupakan seni melukis dan mewarnai tekstil menggunakan damar atau malam (sejenis lilin) dengan alat tulis canting atau metode lainnya. Seni tekstil batik dengan segala corak, pola dan desainnya sudah sangat terkenal dan tersebar luas di seluruh Indonesia . Hal ini telah menjadi bagian integral dari identitas budaya Indonesia. 
Acara Malam Penganugerahan ini juga sekaligus digunakan sebagai awal Indonesian Celebration Week (Pekan Perayaan Indonesia) yang akan berlangsung di Sakler Gallery-Smithsonian, Washington DC, pada 31 Oktober - 4 November 2013. 

Pekan Perayaan Indonesia menyajikan serangkaian pertunjukan gamelan Indonesia dari seluruh Amerika dan juga beberapa kelompok gamelan Indonesia dari Padang Panjang (Sumatera Barat) dan Bali, yang akan menyemarakkan acara tersebut. 

Selain itu acara Pekan Perayaan Indonesia juga diisi dengan rangkaian seminar etnomusikologi, gamelan, pertunjukan wayang kulit, berbagai seni kreatif, musik, tarian, teater, batik dan film yang akan menjadikan acara perayaan tersebut sebagai pertunjukan keragaman Indonesia secara komprehensif di AS. 

Sabtu, 29 Juni 2013

Masih Ada yang Butuh Sarapan Gratis, Bahkan di Singapura





Cerita mengenai individu murah hati, memberikan sarapan gratis, kembali datang dari Singapura. Kali ini, Toh Ah Wat menjadi sosok itu. Lelaki paruh baya tersebut melihat masih saja ada orang tak beruntung sampai begitu berat untuk sekadar bisa sarapan setiap pagi, bahkan di Singapura.

Pemilik kedai minuman di Ang Mo Kio ini memberikan sarapan gratis berupa roti kaya, telur, dan teh hangat untuk warga yang kurang beruntung. Semula orang yang datang sedikit, tetapi seiring waktu terus bertambah.

Penambahan jumlah orang yang datang untuk mendapat sarapan gratis tak membuat Toh mengeluh. Dia pun tak pernah menetapkan jumlah maksimal orang yang boleh datang.

Bagi Toh, siapa pun yang butuh bantuan bisa datang ke kedai di Ang Mo Kio itu. Dia juga tetap berusaha memberikan yang terbaik. Bertahun-tahun rutinitas tersebut dijalaninya.

"Sebagai penjual minuman di Hawker, saya sangat mengerti ada banyak teman-teman kita yang kurang beruntung nasibnya, terkadang untuk membayar sarapan 2 dollar (Singapura, setara Rp 16.000) saja mereka terlihat berat hati dan tidak mampu. Saya ingin membantu mereka-mereka ini," ujar Toh.

Untuk memudahkan koordinasi, Toh telah meminta bantuan pemerintah lokal untuk memasang poster bahwa siapa pun yang membutuhkan dapat datang ke kedainya. Karena ini di Singapura, cukup mencengangkan bahwa rata-rata per bulan dia bisa membagikan 50 sarapan gratis.

Bahkan kadang-kadang Toh masih menerima orang yang datang pada jam makan siang untuk meminta sarapan gratis. Bagi dia, "kesalahan" waktu ini bukan masalah, dan dia tetap menyediakan sarapan itu.

Toh berharap rekan-rekannya sesama penjual makanan juga terdorong melakuan hal serupa. "Sejauh ini saya belum melihat ada yang melakukan kecuali saya. Namun ya, saya percaya suatu saat nanti mereka pasti membantu."

Kakek 6 cucu ini merupakan sosok pekerja keras. Dia menjalankan usaha minumannya dari pukul 05.00 pagi hingga 09.00 malam ditemani sang istri. Dia hanya mengambil libur tiga hari selama satu bulan untuk berkumpul bersama anak dan cucunya.

Kisah Toh telah mengundang komentar Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Lee menyebut Toh sebagai sosok inspiratif yang menyebarkan semangat saling berbagi.

Injil Bertanda Tangan Einstein Laku Rp 700 juta

Sebuah kitab injil atau Alkitab dengan tanda tangan Albert Einstein terjual seharga 68.500 dollar AS atau sekitar Rp 700 juta, pada sebuah acara lelang di New York City, Amerika Serikat.

Kantor berita AP, Jumat (28/6/2013) melaporkan, kitab injil ini bagian dari sejumlah buku dan manuskrip yang dilelang di Bonhams, New York, pada Selasa (25/6/2013). Einstein, pemenang Nobel Fisika kelahiran Jerman dan istrinya membubuhkan tandatangan mereka pada1932 dan memberikan injil tadi kepada teman mereka dari Amerika Serikat, Harriett Hamilton.

Pihak rumah lelang mengemukakan, Einstein menulis dalam bahasa Jerman pada injil tadi, kalimat yang berbunyi, "Inilah sumber terbesar dari kearifan dan penghiburan, jadi perlu sering dibaca."

Harga jual kitab Injil ini jauh di atas perkiraan awal pelelangan, yang semula memperkirakan harganya di kisaran 1.500 hingga 2.500 dollar AS. Rumah lelang ini tidak mengungkapkan siapa pembeli kitab injil dengan tanda tangan Einstein tersebut. 


Sabtu, 08 Juni 2013

"Rausschmeißen": Innenminister will Armutsmigranten aus Osteuropa ausweisen


Bundesinneminister Hans-Peter Friedrich hat angekündigt, härter gegen so genannte Armutsflüchtlinge aus Osteuropa vorgehen zu wollen.

Menschen, die hier Sozialleistungen beantragen wollen, müsse man sagen: "Wenn ihr hier illegal tätig seid, egal wie, dann geht ihr bitte dahin wieder zurück, wo ihr herkommt!"

Später könne man sie "ohne großes Federlesen sie wieder rausschmeißen, und das ist das Entscheidende", so der CSU-Politiker.  




 

referensi : 
http://www.shortnews.de/id/1031122/rausschmeissen-innenminister-will-armutsmigranten-aus-osteuropa-ausweisen